Sekjend Solmet Mengingatkan Kadinkes Banten Jangan Terlalu Mengklaim dan Prematur Mengeluarkan Statement Terhadap Kejadian Luar Biasa Meninggalnya 6 warga Baduy -->




Sekjend Solmet Mengingatkan Kadinkes Banten Jangan Terlalu Mengklaim dan Prematur Mengeluarkan Statement Terhadap Kejadian Luar Biasa Meninggalnya 6 warga Baduy

Wednesday, September 21, 2022

 


SERANG, klikviral.com - Mencermati terhadap isi pemberitaan yang muncul ke permukaan publik yang dilakukan oleh Kepala Dinas Kesehata Provinsi Banten atas kejadian luar biasa terhadap kesehatan masyarakat, dengan meninggalnya 6 orang warga Baduy akibat terjangkit penyakit TBC, menurut Sekjend DPN Sidaritas Merah Putih (SOLMET), Kamaludin, dianggap kurang pada norma dan etika atas apa yang terjadi sesungguhnya.


Berdasarkan investigasi dan komunikasi yang dibangun ke berbagai pihak, dikatakan Kamaludin, bahwa yang sebenarnya menemui situasi dan kondisi atas yang terjadi di wilayah Baduy tersebut adalah merupakan tindakan yang dilakukan oleh salah satu komunitas relawan. “merekalah yang harus dimunculkan pada cerita yang sesungguhnya, janganlah kejadian ini dijadikan ajang pencitraan seorang Kepala Dinas dalam menghadapi kondisi ini,”ungka Kamaludin.



Disisi lain, Kamaludin mencermati, bila ada kejadian luar biasa terhadap situasi dan kondisi terhadap penyakit dalam suatu daerah, biasanya tim medis yang diturunkan harus berdasarkan SPT (Surat Perintah Tugas) dari Gubernur. Namun, kali ini tidak dilakukan,”apakah kejadian yang terjadi ini Gubernur sudah diinfokan atau belum, ini perlu ditanya pada pak Pj Gubernur langsung,”ujar Kamaludin sambil menyatakan, hendaknya Pj Gubernur Banten untuk segera memanggil Kadinkes Banten agar bisa menjelaskan secara transparan dan akuntabel terhadap apa yang terjadi di Baduy.


Seperti diberitakan sebelumnya oleh Kadinkes Banten pada salah satu link media dikatakan bahwa, 6 orang warga Baduy yang meninggal akibat TBC dengan gejala yang dialami adalah demam, batuk, timbul bintik-bintik merah di badan dan lain-lain.



Lebih lanjut Kamaludin menerangkan, namun berdasarkan hasil kunjungan Tim Gerak Cepat UPTD Puskesmas Cisimeut Dalam investigasi Kasus Kematian dan Kesakitan Warga Baduy, pada hari Sabtu tanggal 10 September 2022, keluhannya adalag, mencret, panas, batuk berdahak, timbul bintik-bintik merah di seluruh tubuh, muntah-mntah, mimisan dan gusi berdarah tidak ada, lebih mengarah kepada diagnosa gejala campak. Untuk megetahui secara detail terhadap kondisi yang sesungguhnya, sudah tidak dapat dilakukan lagi, karena para penderita telah dikebumikan.


Suprani - RG