Masa Pandemi Usai,Produk UMKM di Lebak Mulai Lancar di pasarkan -->

Advertisement

 


Masa Pandemi Usai,Produk UMKM di Lebak Mulai Lancar di pasarkan

Thursday, 23 June 2022

 


Lebak,klikviral.com-  Pelaku usaha mikro kecil dan menengah ( UMKM) Kabupaten Lebak, kembali bangkit usai pandemi Covid-19 melandai. Sehingga, bangkitnya pengusaha kecil tersebut  dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat.


Kepala Bidang UMKM pada Dinas Koperasi dan UKM (Dinkop) Lebak, Abdul Waseh mengatakan, saat ini pengusaha kecil dan menengah sudah mulai menggeliat kembali. Hal itu dapat dilihat dari mulai maraknya aktifitas perdagangan dibeberapa tempat usaha dan sentra sentra kerajinan.


"Kita mengapresiasi pelaku UMKM kini memasarkan produknya di kios-kios juga memasok ke pertokoan hingga pengecer keliling," kata Abdul Waseh kepada wartawan, Rabu (22/06/2022).


Masih kata Abdul Waseh, produk pelaku UMKM di Kabupaten Lebak sejak satu bulan terakhir bangkit kembali usai pandemi Covid -19 melandai dan pemerintah setempat melonggarkan kegiatan ekonomi masyarakat. 



Mereka produk UMKM dipasarkan melalui kios-kios, pertokoan hingga pengecer keliling. 


Produk UMKM itu aneka kerajinan mulai kuliner, penganan khas daerah, minuman labeur jahe, makanan ringan, gula semut, gula aren, kerupuk emping dan lainya. 


Selain itu juga produk kerajinan bambu, souvenir, batik juga produk masyarakat Badui hingga lukisan. 


"Kami mendorong sentra-sentra UMKM dapat meningkatkan produksi dan bisa memenuhi pasar," katanya.


Menurut dia, pemerintah daerah kini memberikan bantuan kepada pelaku UMKM berupa sertifikasi halal, peningkatan kemasan, perizinan usaha IRT, termasuk izin dari BPOM dan pemasangan barcode. 


Pemberian bantuan itu dalam upaya mendorong agar produk UMKM bisa bersaing pasar dan menembus supermarket dan minimarket. 


"Kami secara bertahap memberikan bantuan itu untuk mendongkrak ekonomi masyarakat," ujar Abdul Waseh.


Ia mengatakan, jumlah pelaku UMKM di Kabupaten Lebak saat ini tercatat 117.269 unit usaha dengan perguliran uang hingga miliaran rupiah per bulan.


Dari 117.269 unit usaha itu berdasarkan mereka pelaku UMKM yang mendapat bantuan pemerintah pusat. 


Saat ini, ujar dia, pelaku UMKM kembali bangkit, karena pertokoan, kios-kios hingga pengecer keliling mulai ramai beraktivitas. 


"Kami meyakini bangkitnya UMKM itu dapat menggulirkan ekonomi hingga meningkatkan kesejahteraan," katanya. 


Selama ini, lanjut dia, produk UMKM Kabupaten Lebak kini kembali ekspor ke luar negeri, di antaranya kerajinan griya dari bambu yang memproduksi mebeler di Pasir Ona Rangkasbitung menembus pasar Eropa.


Selain itu juga produksi gula aren dan gula semut hingga menembus pasar Australia.


Sedangkan, produk UMKM yang menembus pasar domestik, seperti abon ikan, baso ikan, pisang sale, kerupuk emping, keripik paria, labeur jahe, dan kopi kupu-kupu. 


"Kita terus meningkatkan kualitas dengan diversifikasi produk agar mampu bersaing pasar," katanya.


Cicih ( 35) seorang pelaku UMKM Kabupaten Lebak mengaku bahwa produksi makanan kering miliknya itu kini dipasok ke Pasar Tanahabang Jakarta usai pandemi COVID-19. 


"Kami memasok hingga 500 toples pesanan pedagang pertokoan di Tanahabang dengan harga Rp20 ribu/ toples," katanya. 


(Dra-RG)