Pengunjung Objek Wisata Pantai, Keluhkan Restribusi Tiket Masuk -->

Advertisement

 


Pengunjung Objek Wisata Pantai, Keluhkan Restribusi Tiket Masuk

Saturday, 7 May 2022

 


PANDEGLANG, klikviral.com – Libur panjang Idul Fitri 1443 H banyak dimanfaatkan oleh sejumlah warga untuk berlibur di sejumlah lokasi wisata, termasuk salah satunya destinasi wisata Pantai Beach club yang tepatnya di desa TanjungJaya Kecamatan Panimbang kabupaten Pandeglang, Banten.


Namun, melonjaknya jumlah pengunjung tersebut, turut dimanfaatkan oleh sejumlah Oknum untuk mencari keuntungan pribadi.Sabtu (07/05/2022).



Hal ini pun dikeluhkan banyak pengunjung, sebab tarif tiket perorang capai Rp 45000 dan parkir kendaraan Rp 5000. Yang tidak seperti biasanya ini, dinilai dapat membuat minat pengunjung yang berasal dari luar daerah akan berkurang di momen liburan selanjutnya.

Sebab pelayanan yang dianggap kurang memuaskan karena mahalnya fasilitas yang dinikmati.



Salah seorang pengunjung, Dewi (45th) kepada awak media mengatakan, dirinya menyayangkan tingkah laku seorang oknum petugas parkir yang seenaknya menaikkan tarif parkir.

Ia yang mengunjungi Pantai tersebut bersama rekannya ini, berharap supaya ditindak tegas dari pihak terkait, agar bisa menertibkan dan memberikan sanksi kepada para Oknum tersebut.




“Semoga saja momen liburan berikutnya tidak terulang lagi, hal sepele seperti inilah yang dikhawatirkan bisa membuat citra wisata disini menjadi buruk, apalagi hanya gara-gara segelintir Oknum yang mencari keuntungan, "ungkapnya.



Hal itu dibenarkan oleh Nendi selaku pengelola parkir dan tiket kepada awak media klikviral.com mengatakan,


"Ya benar kami jual tiket 45.000 per orang dan tiket bisa tuker dengan minuman, parkir hanya Rp 5.000" terangnya



Sementara itu, salah seorang pedagang di Pantai Beach club, N (35th) kepada awak media menjelaskan, untuk peningkatkan jumlah pengunjung di salah satu lokasi wisata andalan Kabupaten Pandeglang tersebut, hingga H+4 Idul Fitri 1443 H masih mencapai 2 kali lipat dibandingkan hari biasa.



“Kalau jumlah pengunjung jauh lebih ramai, bisa-bisa 2 kali lipat lebih dari hari normal, setidaknya seluruh dagangan yang saya jual saja, sampai saat ini selalu habis terjual selama libur panjang,” Pungkasnya



(YEYEN SUDRAJAT/RG)