-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Warga Taman Jaya Pertanyakan Macetnya Dana BUMDES

Thursday, January 28, 2021 | January 28, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-11-27T07:59:11Z

Warga Taman Jaya Pertanyakan Macetnya Dana BUMDES

Siber,  Lampung Utara  – Dana Desa (DD) Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Taman Jaya macet dari Tahun 2019 sampai saat ini. Sebelumnya Desa Taman Jaya, Kecamatan Kotabumi Selatan, Kabupaten Lampung Utara Tahun 2017 telah menganggarkan Dana Desa (DD) Sebesar Rp 150.000.000,00 untuk Bumdes.  Sangat disayangkan sekarang sudah tidak berjalan lancar.

Upaya pemerintah dalam memberdayakan Sumber Daya Manusia (SDM) dan pemanfaatan potensi Alam yang diaplikasikan melalui bidang BUMDES Telah vakum hilang  ditelan bumi.

Hal itu dikatakan Burhan Kades Taman Jaya Saat dikonfirmasi Sibernews diruang kerjanya, Rabu (27/1/2021) lanjut Burhan mengatakan, diakhir tahun dana itu baru dikucur pada Desember dan langsung ditransfer langsung kerekening Bumdes. Adapun kegiatannya ialah hasil musyawarah bersama itu simpan pinjam, usaha mikro, dan perdagangan.

Burhan menjelaskan, bahwa ada berapa persen dari dana Bumdes itu digunakan untuk operasional seperti membeli komputer dan alat tulis kantor, serta honor pengelola Bumdes sebesar 50.000/orang/bulan.

“Anggaran Bumdes selain dialokasikan untuk peralatan kantor, dialokasikan juga sebesar 30% atau Rp 30.000.000,00 simpan pinjam, sisanya 30% untuk usaha mikro peralatan pertanian seperti pupuk, obat, maupun gas,” jelasnya.

Lebih Lanjut Burhan menjelaskan, diitahun pertama berjalan sudah ada omset yang disetor kedesa sebesar Rp 10.000.000,00. Namun tahun kedua dan sampai saat ini macet.

“Awalnya lancar tiba-tiba macet sampai saat ini,” ungkapnya.

PHOTO : Tabung gas yang berada di tempat bendahara Bumdes dari 200 tabung hanya ada berkisar 40 tabung.

Sementara itu, ketua dan bendahara Bumdes saat disambangi dikediamannya guna dimintai keterangan, tidak ada ditempat. Sampai berita ini diterbitkan keduanya belum dapat dikonfirmasi.

Mengenai hal itu, sangat disayangkan oleh warga setempat. Sedangkan Bumdes adalah usaha desa yang dikelola oleh Pemerintah Desa, dan berbadan hukum, serta sesuai dengan kebutuhan dan potensi desa setempat guna meningkatkan pendapatan masyarakat, dan mengoptimalkan potensi sumber daya alam untuk kebutuhan masyarakat, serta menjadi alat pemerataan dan pertumbuhan ekonomi desa.

“Kok dana Bumdes bisa macet seperti itu pak, sedangkan seperti Gas Elpiji itu sangat dibutuhkan oleh masyarakat dikarnakan kubutuhan warga. Mustahil bisa macet,  wargakan beli bukan nguntang,” ujar warga setempat yang enggan di sebutkan namanya. (Febi/Tim/Redaksi)

Editor : Didi

×
Berita Terbaru Update