-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Akses Menuju Ponpes Alam Maroko di Tutup, Logistik Tak Bisa Masuk

Sunday, January 17, 2021 | January 17, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-11-24T20:43:07Z

BANDUNG BARAT | Keberadaan Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidz Alam Maroko di Desa. Mekarjaya Kecamatan. Cihampelas Kabupaten. Bandung Barat masih menuai pro dan kontra dari masyarakat setempat.

Bermula dari beredarnya postingan di sebuah akun sosial media (Facebook) hingga adanya pemasangan Banner di area jalan menuju pondok pesantren Alam Maroko yang brtuliskan “Kami Warga Rw.01 & Rw.02 Maroko Desa. Mekarjaya, Kec. Cihampelas, Kab. Bandung Barat MENOLAK KERAS PONPES ALAM MAROKO UNTUK SEGERA MEMBERHENTIKAN DAN MENINGGALKAN WILAYAH KAMI”

Hal itu berimbas pada pendistribusian logistik untuk para santri yang berada di Pondok Alam Maroko dikarenakan a<span;>kses jalan menuju Pondok Pesantren Tahfidz Alam Maroko di tutup oleh oknum warga.

Seperti Informasi yang didapat dari Pimpinan Pondok Pesantren Alam Maroko Abi Dadang kepada team Sibernews pada Minggu,(17/01/2020) dirinya mengabarkan pendistribusian logistik untuk Pondok Alam Maroko di tempuh melalui danau.

Pasalnya semakin hari penutupan akses jalan menuju Alam Maroko semakin ketat di jaga oleh oknum warga setempat. Tidak terkecuali logistik untuk para santri pun dilarang masuk.

“Hampir 2 minggu akses jalan ini di tutup namun belum ada upaya dari instansi terkait untuk membuka akses jalan ini.” katanya

Pimpinan Pondok Pesantren Alam Maroko menyayangkan terjadinya hal tersebut, karena menurutnya persoalan itu seharusnya bisa dikesampingkan terlebih dahulu demi kemanusiaan.

“Kalaulah hal ini di picu dari kesalahan pahaman antara warga dan pondok dalam menyikapi pemahaman fiqih yang berbeda setidak hal ini bisa dikesampingkan terlebih dahulu demi kemanusiaan karena di pondok banyak anak-anak dan perempuan yang membutuhkan makanan.” ungka pimpinan Pondok Alam Maroko Abi Dadang

Dadang juga menyampaikan jika persoalan ini berlarut-larut dan berkepanjangan dirinya akan melaporkan hal itu ke Komnasham.

“Kalau ini terus berlarut-larut maka pengurus pondok akan melaporkan ke Komnasham.” pungkasnya (Red)

×
Berita Terbaru Update